Apa yang terlintas di benak kalian jika mendengar Jurusan Teknik Perminyakan? Mungkin sama seperti saya atau bisa jadi berbeda. Awalnya saya pikir
teknik perminyakan itu mempelajari tentang bagaimana mengolah minyak
mentah menjadi BBM seperti solar, premium dan turunan minyak mentah lainnya, tapi itu salah besar. Di
jurusan teknik perminyakan kita akan belajar mengenai bagaimana caranya
kita menghitung cadangan hidrokarbon di reservoir, mengektraksikannya dari
reservoir menuju ke permukaan dan men "treatment" minyak agar terpisah dari air, gas, ataupun pasir yang ikut terbawa ke permukaan. Berbeda dengan teknik pertambangan, perminyakan
mempelajari tentang bagaimana cara mengeksploitasi sumber daya alam yang berwujud
fluida (minyak atau panas bumi) sedangkan pertambangan mengeksploitasi yang berwujud padat seperti emas, nikel, dsb (walaupun di beberapa universitas ada yang mempelajari keduanya).
Yang Dipelajari di Jurusan Teknik Perminyakan
Secara umum, jurusan teknik perminyakan memiliki 4 konsentrasi ilmu yaitu teknik reservoir,
teknik pemboran, teknik produksi, dan geothermal (panas bumi).
Teknik reservoir berhubungan dengan
menghitung cadangan hidrokarbon yang terakumulasi, sehingga dapat dihitung berapa lama reservoir tersebut dapat memproduksikan minyak. Reservoir adalah tempat terakumulasi dan terperangkapnya minyak bumi. Tidak hanya minyak saja, hidrokarbon disini bisa juga gas. Karena reservoir letaknya jauh di bawah permukaan tanah, maka perlu digunakan pendekatan matematika untuk memprediksikan jumlah cadangan reservoir tersebut. Sehingga, dengan teknik reservoir kita akan mempelajari bagaimana memodelkan reservoir dengan menggunakan software perminyakan seperti ECLIPSE ataupun CMG.
 |
| Reservoir Minyak dengan Perangkap Gas Cap Drive (Tarek .A, 2006) |
Teknik pemboran mempelajari tentang
bagaimana caranya membuat lubang sumur untuk mengalirkan hidrokarbon dari
reservoir ke permukaan. Sumur minyak disini sangat berbeda dengan sumur air yang dalamnya hanya kurang lebih 10 meter. Kedalaman yang ditembus sumur minyak rata-rata 1000-3000 meter, bahkan ada yang mencapai 12000 meter. Selain itu karena berbagai hal, bentuk sumur minyak tidak hanya lurus vertikal ke bawah, melainkan ada juga yang berbentuk huruf S, berarah, bahkan horizontal. Sehingga diperlukan perencanaan yang akurat untuk membuat sumur minyak yang akan dipelajari di teknik pemboran.
 |
| Skema Pemboran Sumur Minyak |
Setelah sumur minyak selesai dibor, sumur tersebut harus disiapkan agar bisa menjadi sumur produksi, itu dipelajari di teknik produksi. Disini kita akan bagaimana caranya sumur yang baru di bor tadi dapat mengalirkan minyak ke permukaan, tidak hanya ke permukaan tapi juga harus sampai ke kilang. Bisa dengan cara Natural Flow ataupun Artificial Lift jiga reservoir sudah tidak mampu mengangkat hidrokarbon ke permukaan dengan tekanan alaminya. Juga akan belajar mendesain fasilitas produksi permukaan untuk memisahkan minyak dengan air, gas, maupun pasir yang terbawa ke permukaan.
 |
| Skema Pressure Loss dalam Teknik Produksi |
Selain mempelajari bagaimana mengeksploitas minyak dan gas bumi, di teknik perminyakan juga akan belajar mengenai panas bumi (geothermal). Sebenarnya hampir sama dengan migas, bedanya di pabum, letak reservoirnya di dekat gunung api yang sudah mati, selain itu fluidanya bukan minyak ataupun gas, melainkan uap. Otomatis teknik yang digunakannya pun akan ada sedikit perbedaan.
 |
| Skema Reservoir panas Bumi |
Penjelasan lebih lanjut mengenai hal-hal tersebut akan dibahas di artikel-artikel selanjutnya. Untuk mendukung itu semua, maka kita di jurusan teknik perminyakan
mempelajari ilmu-ilmu geologi dasar, stratigrafi Kimia, Fisika,
matematika dll. Selain itu ada juga pelajaran yang baru atau asing bagi
anak SMA seperti mekanika reservoir, mekanika fluida, penilaian formasi,
teknik gas bumi, teknik pemboran. Selain belajar di kelas, akan ada juga
praktikum yang harus diikuti seperti praktikum analisa inti batuan,
analisa fluida reservoir, analisa lumpur pemboran, penilaian formasi,
analisa semen pemboran, peragaan pemboran, peragaan produksi, uji sumur. Juga akan ada kuliah lapangan dan kerja praktik untuk mengenalkan kita dengan dunia perminyakan yang sesungguhnya.
Selain mempelajari hal-hal teknisnya, kita juga akan belajar tentang
keekonomian. Apakah sumur tersebut ekonomis jika diproduksi? Apakah
biaya untuk memproduksi akan bisa digantikan oleh hasil yang didapat? Itu akan menjadi sesuatu yang sangat penting karena dunia perminyakan itu
“high risk, high tech, and high cost”.
Prospek Kerja Jurusan Teknik Perminyakan
Seorang sarjana teknik perminyakan sangat dibutuhkan dalam perusahaan
yang bergerak di bidang oil and gas, baik perusahaan nasional maupun
internasional. Di dunia migas, perusahaan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu Oil Company dan Service Company. Oil Company adalah perusahaan yang memiliki wilayah kerja pertambangan (WKP) dengan kata lain yang memiliki lapangan minyak tersebut seperti Pertamina EP, Chevron dan Total. Sedangkan Service Company adalah perusahaan yang menyediakan barang dan jasa untuk keperluan oil company dalam mengembangkan lapangannya seperti Schlumberger, Halliburton, Baker Hughes, dan Elnusa. Saya pribadi berpendapat bahwa ruang lingkup kerja lulusan teknik perminyakan ini sangat kecil karena ilmu yang dipelajari sangat spesifik. Namun tidak menutup kemungkinan juga lulusan dari sarjana teknik perminyakan dapat bekerja di Bank, Startup Company, ataupun berwirausaha.
Kampus yang terdapat Jurusan Teknik Perminyakan
Kampus yang terdapat jurusan teknik perminyakan di Indonesia diantaranya adalah:
- ITB
- UPN “Veteran” Yogyakarta
- Trisakti
- STT Migas Balikpapan
- STEM Akamigas Cepu
- Universitas Islam Riau
- Universitas Proklamasi 45
- Universitas Pertamina
- Institut Teknolosi Sains Bandung
Kesan-Kesan Kuliah di Jurusan Teknik Perminyakan
Pernah ada anggapan bahwa “minyak 10 tahun lagi akan habis”, itu
sudah pernah didengungkan dari tahun 90an. Tapi nyatanya sampai sekarang
indonesia masih bisa memproduksi sekitar 800 ribu barel perharinya.
Anggapan habis disitu maksudnya adalah jika kita tidak melakukan
eksplorasi migas, karena sesungguhnya masih banyak daerah yang belum
terjamah untuk dieksploitasi migasnya karena teknologi yang belum bisa
menjangkau sampai kesitu, contohnya pemboran pada laut yang sangat
dalam di bagian timur Indonesia. Jika teknologi sudah memadai dan dana yang cukup, bukan tidak mungkin kita menemukan
cadangan baru yang bisa bertahan hingga beberapa tahun mendatang.
Jurusan ini juga tidak membutuhkan matematika, fisika, maupun kimia
tinggi. Perhitungan dalam ilmu perminyakan diselesaikan menggunakan
kalkulator atau software perminyakan. Yang paling banyak dibutuhkan di
jurusan ini adalah logika. Logika sangat berperan penting di dunia
perminyakan.
Demikian informasi
Jurusan Teknik Perminyakan dari saya, semoga bermanfaat 🙂
Komentar
Posting Komentar